Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) adalah cara sederhana untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin. IVA adalah penelitian serviks (leher rahim) dengan melihat langsung (dengan mata telanjang) di leher rahim setelah pembekuan serviks dengan larutan asam asetat 3-5%.

Laporan konsultasi WHO menyatakan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi prakanker berkualitas tinggi dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifisitas 64-98%. Sementara nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif masing-masing bervariasi antara 10-20% dan 92-97%.

Pemeriksaan IVA adalah studi skrining alternatif pelumasan karton karena biasanya murah, nyaman, sangat mudah diimplementasikan dan peralatan sederhana dan dapat dilakukan oleh para profesional kesehatan selain ginekolog. Dalam penelitian ini, penelitian ini dilakukan dengan melihat serviks yang telah diperiksa asam asetat 3-5%. Ketika serviks mengalami asam asetat, akan ada perubahan warna serviks yang dapat langsung dirasakan dan dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan satu hingga dua menit untuk melihat perubahan pada jaringan epitel.

Serviks, yang menerima larutan asam asetat 5%, bereaksi lebih cepat daripada larutan 3%. Efeknya menghilang kira-kira. 50-60 detik, kemudian dengan memberikan asam asetat, Anda mendapatkan hasil kehidupan normal di leher rahim (homogen merah) dan bintik-bintik putih. Tujuan IVA adalah untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas pasien dengan mengobati kasus yang ditemukan lebih awal. Untuk menemukan kelainan yang terjadi pada serviks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *