Gejala dan Cara Mengatasi Penyakit Ginekomastia

Tahukah kamu payudara pada pria dapat tumbuh? Kondisi ini dinamakan dengan ginekomastia. Apa itu ginekomastia? Menurut alodokter.com ginekomastia adalah sebuah keadaan dimana terjadi pembengkakan kelenjar payudara pada pria. Pembengkakan ini disertai rasa sakit. Bisa terjadi pada satu atau kedua payudara. Kondisi ini umum menyerang kaum pria dari segala umur, mulai dari bayi, remaja, dewasa, sampai lansia mempunyai resiko terserang penyakit ginekomastia. Lalu bagaimana cara mengatasi penyakit ginekomastia ini? Apa saja gejala, penyebab dan cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini terutama di usia-usia yang rentan seperti yang disebutkan tadi? 

Penyakit ginekomastia dapat terjadi pada tubuh pria ketika terjadi pergolakan atau perubahan hormon pada tubuh. Saat bayi hormon esterogen pada ibu mempengaruhi tubuh bayi yang baru dilahirkan. Beberapa kondisi memungkinkan terjadinya pembengkakan pada jaringan klenjar payudara bayi laki-laki, namun ini hanya berlangsung beberapa hari saja, setelah itu akan kembali seperti kondisi normal. Pada usia remaja juga terjadi perubahan hormon, ini memungkinkan timbulnya jerawat yang menandakan masa pubertas. Sama halnya dengan jerawat penyakit ginekomasia juga dapat muncul akibat dari perubahan hormon tersebut. namun kondisi ini juga bersifat hanya sementara seperti yang dialami bayi.

Lalu bagaimana dengan usia dewasa? Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan tubuh terserang penyakit ginekomastia menurut hellosehat.com seperti konsumsi makanan berbahan kedelai, penggunaan produk-produk perawatan berbahan lavender dan trea tree oil. Pada pria yang suka ngegym juga beresiko dikarenakan konsumsi obat-obatan perangsang otot, konsumsi stimulan, dan faktor dari penyakit lain yang diderita contohnya kanker payudara, caca lahir, tumor mamamry, ginjal atau hati. 

Selain obat-obatan perangsang otot ada beberapa obat lain yang dapat memicu ginekomastia yaitu obat mual, antiboitik seprti mitronidazole, obat infeksi jamur, obat penenang, obat darah tinggi, obat antidepresan, oba maag, narkoba, alkohol, obat antiandrogen, dan efek samping dari kemoterapi.  

Efek-efek yang dtimbulkan tidak hanya pada kelenjar payudara tapi juga menimbulkan rasa sakit dan beberapa kasus puting payudara mengeluarkan cairan. Selain itu juga mempengaruhi psikolgis penderitanya. Kondisi yang tidak normal terutama jika terjadi saat umur remaja atau dewasa akan menimbulkan rasa malu baik pada diri sendiri maupun orang lain. penderita akan lebih emosional dalam menyikapi penyakit yang dideritanya, untuk itu diperlukan pengobatan untuk mengatasi penyakit ginekomastia agar tidak terlanjur parah dan merugikan tubuh.

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ginekomestia ini? Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan yaitu mendiagnosa penyebab pembengkakan. Dokter akan melakukan serangkaian tes seperti tes darah, tes mammogram, dan jika diperlukan pasien juga akan diminta untuk mengikuti pemindaian USG, CT scan/MRI, serta biopsi. Bopsi dilakukan apabila ada kemungkinan penyebab pembengkakan adalah kanker payudara, radang payudara, dan pseudogynecomastia.

Pada umur bayi dan remaja tidak memerlukan pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu apabila penyebab ginekomastianya disebabkan oleh perubahan hormon. Berbeda jika disebabkan oleh penyakit seperti malnutrisi, sirosis, atau hipogonadisme. Diperlukan tindakan medis dan apabila penyebabnya adalah konsumsi obat-obatan yang telah disebutkan tadi maka dokter akan menyarankan untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut. 

Tindakan pembedahan akan dilakukan jika dirasa perlu. Ada dua jenis pembedahan yaitu bedah lemak yang bertujuan untuk menghilangkan lemak di payudara dan bedah mastektomi yang bertujuan untuk membuang jaringan kelenjar payudara. 

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terserangnya penyakit ginekomastia untuk kedua kalinya atau malah menghindari resiko terserang penyakit tersebut ada cara-cara sederhana yang bisa dilakukan sendiri. Berhenti meminum alkohol akan meminimalisir kamu terjangkit penyakit, menerapkan pola hidup sehat, memperhatikan kandungan obat- obatan yang dikonsumsi, menghindari produk olahan kedelai dan rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengontrol kesehatan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *